1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Agoes Cho | 1 komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Sebuah truk laskar menderu Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan lagu ‘Sudah Bebas Negeri Kita’ Di jalan Tuntang seorang anak kecil E... #ReadMore
Tentang Sersan Nurcholis Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Seorang sersan Kakinya hilang Sepuluh tahun yang lalu Setiap siang Terdengar siulnya Di bengkel arloji Sekali datang Teman-temannya Suda... #ReadMore
Gugur Dalam Pencegatan Tahun Empat Puluh Delapan Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Demikianlah cerita kakek penjaga Tentang pengunjung lelaki setengah baya Berkemeja dril lusuh, dari luar kota Matanya memandang jauh, tubuh ... #ReadMore
Buku Tamu Musium Perjuangan Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Pada tahun keenam Setelah di kota kami didirikan Sebuah musium perjuangan Datanglah seorang lelaki setengah baya Berkunjung dari luar kota P... #ReadMore
Penghianatan Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Siapa lagi sekarang akan ditangkap. Menanti Mungkin sebentar lagi mereka akan datang mengetuk pintu Mendorong masuk dan menjerembabkan nasib... #ReadMore
Stasiun Tugu Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Tahun empatpuluh tujuh, suatu malam di bulan Mei Ketika kota menderai dalam gerimis yang renyai Di tiang barat lentera merah mengerjap dalam... #ReadMore
Turun Malam Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Sebuah lembah di depan, sungai menggeliat di perutnya Di tepi hutan pinus sejenak kita istirah Ialah biru yang sepotong, awan menggumpal ber... #ReadMore
Januari, 1949 Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Sajak Ladang Jagung (Buku Pertama) Butiran logam membunuh saudaraku Dirabanya pinggangnya Ketika dia rubuh Sejemput dendam meluluh hatiku Di mana kuburnya Semakin jauh Luk... #ReadMore
Rijswijk 17 Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Malam itu kami duduk di beranda, bulan pun ada Lalu lintas terasa hingar, deru-deram sebentar-sebentar Memanjang kawat telepon di antara tia... #ReadMore
Refleksi Seorang Pejuang Tua Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Tentara rakyat telah melucuti Kebatilan Setelah mereka menyimak deru sejarah Dalam regu perkasa mulailah melangkah Karena perjuangan pada ha... #ReadMore
Surat Ini Adalah Sebuah Sajak Terbuka Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Surat ini adalah sebuah sajak terbuka Ditulis pada sebuah sore yang biasa. Oleh Seorang warganegara biasa Dari republik ini Surat ini ditu... #ReadMore
Beberapa Urusan Kita Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Tentang nasib angkatan iniItu adalah urusan sejarahTapi tentang menegakkan kebenaranItu urusan kita Apakah cuaca akan cemas di atas Hingg... #ReadMore
Bendera Laskar Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Kali pertama, di halaman kampus, pagi itu Telah berkibar bendera laskar Berkibar putih bagai mega Dengan garis-garis yang merah Karena telah... #ReadMore
Penghianatan Itu Terjadi Pada Tanggal 9 Maret Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Pengkhianatan itu telah terjadi Pengkhianatan itu terjadi pada tanggal 9 Maret Ada manager-manager politik Ada despot yang lalim Ada ruang s... #ReadMore
Memang Selalu Demikian, Hadi Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Setiap perjuangan selalu melahirkan Sejumlah pengkhianat dan para penjilat Jangan kau gusar, Hadi Setiap perjuangan selalu menghadapkan ki... #ReadMore
Kemis Pagi Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran Dan menaiki kereta-kereta kencana Dan menggunakan... #ReadMore
Malam Sabtu Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Berjagalah terus Segala kemungkinan bisa terjadi Malam ini Maukah kita dikutuk anak-cucu Menjelang akhir abad ini Karena kita kini bers... #ReadMore
Kata Itu, Suara Itu Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Tiga buah panser kavaleri Membayang hitam malam ini Kami sama berjaga. Semua hening Seorang anak empat belas tahun Bertukar api rokok dengan... #ReadMore
Rendez-Vous Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Sejarah telah singgah Ke kemah kami Ia menegur sangat ramah Dan mengajak kami pergi “Saya sudah mengetuk-ngetuk Pintu yang lain,” Katanya ... #ReadMore
Horison Agoes Cho | Tidak ada komentar Taufiq Ismail Taufiq Ismail - Benteng Kami tidak bisa dibubarkan Apalagi dicoba dihalaukan Dari gelanggang ini Karena ke kemah kami Sejarah sedang singgah Dan mengulurkan tanga... #ReadMore
Komentar Terbaru